Minggu, 24 Juli 2016

Prospek Para Lulusan Oseanografi

Dalam artikel ini saya akan sedikit review apa saja yang dipelajari di oseanografi, setelah itu saya akan menjelaskan mengenai prospek dan karir lulusan Oseanografi di dunia industri, tantangannya, daftar-daftar perusahaan prospektif, bekal kuliah, dll. Semoga bermanfaat!

Sejauh yang saya baca dari banyak artikel, banyak masyarakat masih belum mengenal baik Jurusan Oseanografi. Terkadang ada yang beranggapan Ilmu Kelautan itu identik dengan Oseanografi, ada lagi yang mengira Oseanografi serupa/mirip dengan Tek. Kelautan. Sehingga otomatis mereka mengira bahwa profesi lulusannya akan sama. Pernyataan tersebut tak sepenuhnya salah, namun dengan perkembangan dan kebutuhan pasar di dunia industri yang begitu pesat, saya ingin menjelaskan mengenai profesi seorang lulusan oseanografi di dunia kerja yang tentunya terkait di bidangnya dimana akan menunjukan perbedaan yang mencolok dibanding dengan lulusan Ilmu Kelautan. Informasi ini saya peroleh dari berbagai sumber dan trennya di media internet.

Pertama-tama saya ingin mengajak pembaca menyamakan persepsi terlebih dahulu. Pada dasarnya Ilmu Kelautan dan Perikanan maupun Oseanografi sama-sama mempelajari dinamika laut. Setelah menjalani 2 tahun pertama di Minat Oseanografi dan dengan bergaul bersama senior maupun rekan-rekan dari ilmu serupa (perikanan dan ilmu kelautan), ternyata saya menemukan banyak perbedaan yang nantinya menentukan profesi lulusannya juga. Secara umum, berbagai sumber menyatakan bahwa Oseanografi terdiri dari beberapa konsentrasi, yaitu Oseanografi Fisis, Oseanografi Kimia, Oseanografi Biologi, dan Oseanografi Geologi. Di minat yang saya ikuti saat ini adalah Oseanografi Fisis dimana lebih banyak mempelajari mengenai dinamika fisis laut seperti arus, gelombang, pasut, sedimen laut, dll. Meskipun demikian, tak lepas dari fondasi atau dasar-dasar dari kajian oseanografi lainnya (kimia,geologi,dll). Sedangkan bedasarkan hasil diskusi bersama teman-teman dari Unpad ilmu kelautan lebih mempelajari mengenai hayatinya. Meskipun demikian, beberapa tools yang dipakai sama seperti metode penginderaan jauh, hidro-akustik, dll.

Kajian Tambahan
Walaupun sebagian besar banyak mempelajari dinamika fisis, namun kita juga tetap mempelajari ilmu-ilmu terkait yang lebih komprehensif seperti manajemen, lingkungan, dll. Di minat Oseanografi, mahasiswanya akan mempelajari mengenai proses-proses kelautan yang menyangga iklim global. sehingga beberapa keahlian juga ada yang di fokuskan terhadap Perubahan Iklim yang lagi emerging di bumi pertiwi ini juga dalam masalah bencana, banyak juga yang hebat dengan mengabdikan keahliannya di bidang mitigasi bencana (tsunami, kenaikan muka laut, dll).

Meskipun oseanografi tidak mengkaji secara khusus mengenai teknologi perikanan, namun ilmunya banyak diterapkan di teknologi perikanan. Ilmu oseanografi juga banyak mengkaji masalah-masalah lingkungan, khususnya lingkungan laut. Ilmu oseanografi dapat diterapkan dalam kebijakan dan manajemen pesisir. Seperti kita ketahui, di seluruh dunia penduduk banyak terdistribusi di daerah pesisir. Sayangnya, di Indonesia dimana negara kepulauan terbesar di dunia ini sangat ironi dimana banyak sumber menyebutkan bahwa masyarakat miskin banyak terkonsentrasi di daerah pesisir. Inilah yang menjadi tantangan perkembangan ilmu oseanografi.

Para Lulusannya!
Karena penasaran, saya banyak mencari-cari info dan tren yang berkembang tentang profesi para lulusan oseanografi, rujukannya banyak melihat yang berkembang di luar negeri. Tak lepas juga, saya mencari-cari tahu juga profesi para senior/alumni jurusan ini.
Seperti halnya para lulusan Teknik Mesin, ketika bekerja mereka ada yang berporfesi sebagai pipeline engineer, maintenance engineer, facility engineer,dll, begitu pula lulusan Teknik Perminyakan ada yang jadi Drilling Engineer, Reservoir Engineer, Production Engineer,dll, juga Teknik Kelautan sperti (coastal engineer, subsea engineer, offshore structure engineer, Naval Architect,dll). Keahlian spesifik ini akan diperoleh ketika seorang fresh graduate mulai meniti karirnya dengan (biasanya) memperoleh training dari perusahaan tempat mereka bekerja. Bagamana dengan lulusan oseanografi? Ya tentu saja kawan! Lulusan Osean pun akan seperti itu, contohnya? Coastal modeler, oceanographic surveyor, metocean engineer, hydrographic surveyor, oceanographer, marine seismic navigator (offshore navigator), marine environmental scientist, dan banyak lagi!!!!

Profesi-profesi yang baru saya sebutkan tadi pasti akan sangat asing bagi pembaca dan para mahasiswa ”new comer”di jurusan ose. Tidak perlu takut, karena profesi tersebut nyata. Di berbagai negara eropa profesi tersebut saat ini sedang emerging banget. Di asia, profesi-profesi tersebut biasanya banyak diperlukan di negara-negara Timur Tengah dan Singapura. Bagaimana dengan Indonesia? tentu saja di Indonesia juga berkembang, TAPI karena para mahasiswa dan lulusan ose kurang banyak mengetahui, akibatnya iklim kerja menjadi kurang kompetitif, profesi-profesi tersebut akhirnya diisi oleh lulusan-lulusan dari jurusan lain, dan sebagian lagi diisi oleh para ekspatriat!. Maka selain kita perlu tahu profesi tadi, kita juga perlu persiapan matang semenjak kuliah. Persiapannya selain skill taktis maupun soft skill, juga perlu ada political will semenjak kuliah seperti, ikut kerja praktek di industri-industri migas misalnya, sehingga kita bisa mempromosikan jursan kita. Sayangnya, praktek kerja lapangan (PKL) pada Fakultas saya belum melakukan kerja sama untuk penempatan mahasiswanya di industri-industri migas nasional maupun asing. Baiklah, di bawah ini saya jelaskan profesi-profesi lulusan oseanografi beserta deskripsi kerjanya!

Dunia Riset
Kesempatan untuk berkarir di dunia riset di bidang oseanografi sangat luas. Ilmu oseanografi sangat penting untuk peradaban manusia. Kita banyak bergantung pada laut, sehingga tentu saja ilmu oseanografi sangat berperan. Pemerintah Republik Indonesia sangat menyadari akan perkembangan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa. Makanya, banyak sekali badan riset di bawah kementrian terkait dan Kementrian terkait yang mengkaji masalah oseanografi. Berikut ini adalah badan-badan yang mengkaji oseanografi:
  • BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) – Di bawah koordinasi Kementrian Riset & Teknologi
  • Kementrian Kelautan dan Perikanan
  • LIPI
  • PPPGL (Pusat Pengembangan dan Penerapan Geologi Kelautan – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) – Kementrian Perhubungan
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana – Lembaga Pemerintah non-departmen
  • LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional – Lembaga Pemerintah non-departemen
  • DIHIDROS (Dinas Hidrografi-Oseanografi) – TNI AL
  • PU – Kementrian Pekerjaan Umum
Selain dapat berkarir sebagai peneliti di lembaga pemerintah, dapat juga menjadi tenaga pengajar di berbagai univ. di Indonesia. Selain itu juga banyak peneliti Indonesia di bidang oseanografi yang berkarya di negeri orang. Universitas-universitas yang menyediakan program studi Oseanografi dan minat Oseanografi.

Dunia Industri
Lulusan oseanografi akan dapat berkarir di berbagai bidang industri. Diprediksi ke depannya, tren ini akan terus meningkat. Hal ini diperkuat jika anda “googling” dengan kata kunci tertentu untuk melihat pasar kerja.
Metocean Engineer
Metocean engineer ini biasanya bekerja di perusahaan-perusahan minyak dan gas bumi, di eropa saat ini berkembang juga untuk sektor energi terbarukan seperti Offshore Wind Farm (tau kan?).
Apa saja yang dilakukan metocean Engineer? Mereka mengambil (akuisisi data) fisis laut seperti arus dan gelombang maupun angin (faktor meteorologis) dengan metode yang tidak lazim! Seperti instalasi mooring buoy untuk instrument pengukuran di sekitar anjungan lepas pantai. Kemudian pengolahaan datanya, seperti statistik gelombang untuk penentuan kekuatan gelombang di suatu struktur dengan mencari nilai ekstrim, periode ulang, dll. Data-data tersebut kemudian biasanya diserahkan kepada engineer lain seperti ahli strukturnya (misal: untuk analisis kelelahan), ahli lingkungannya (pencegahan dan penanggulangan minyak tumpah),  keselamatan kerja (prediksi cuaca untuk misal: operasi helikopter dan subsea inspection), dll. Metocean Engineer juga berperan dalam pengambilan keputusan semisal pengembangan lapangan.
Tantangannya saat ini yaitu cadangan minyak dan gas bumi yang cenderung menipis mendorong ekslorasi di laut dalam. Biasanya eksplorasi di laut dalam sangat beresiko selain mahal dan secara keamananya yang beresiko tinggi. Selain itu kebutuhan akan energi terbarukan di laut lebih potensial. Untuk itu peran metocean engineer sangat penting dalam efektifitas biaya.
kenapa engineer? karena adanya rekayasa dalam pengambilan data fisis laut (tidak konvensional) terutama di laut dalam, rekayasa pengolahan data (disesuaikan dengan kebutuhan desain struktur/ design criteria)
Perusahaan-perusahan prospek:
  1. Royal Dutch Shell (Migas belanda)
  2. ExxonMobil (migas US)
  3. Statoil (migas Norwegia)
  4. Total (migas Perancis)
  5. Fugro GEOS (kontraktor migas asal belanda)
  6. BMT (kontraktor migas asal inggris)
  7. RPS Metocean (kontraktor migas asal Inggris)
  8. Tripatra (kontraktor/ EPC migas nasional)
  9. PT. Timah (persero) (perusahaan tambang timah nasional) –> offshore operation
  10. Saipem (kontraktor/ EPC migas)
  11. McDermott (kontraktor/ EPC migas)
  12. Worleyparsons (kontraktor/ EPC migas)
Mata kuliah yang penting:
  1. Gelombang laut
  2. Survey oseanografi
  3. Pemodelan oseanografi
  4. Analisis sinyal oseanografi
  5. Statistika
  6. Hidrodinamika
  7. Arus laut
  8. Analisis data oseanografi
  9. Survey hidrografi
  10. Meteorologi Umum/Meteorologi Laut

Coastal Modeler
Coastal modeller bekerja dengan mensimulasikan dinamika-dinamika laut di suatu perangkat lunak. Pemodelan yang dihasilkan meliputi pemodelan hidrodinamika/sirkulasi arus, pemodelan gelombang, pemodelan sedimen, pemodelan sebaran polutan (lingkungan), dll secara 1D, 2D, 3D. Pemodelan merupakan “alat” seorang oseanografer yang cukup efisien dalam memprediksi gejala-gejala alam laut. tanpa perlu mengeluarkan biaya yang banyak, suatu perusahaan dapat mengambil keputusan dengan cepat. Misalnya, prediksi tingkat sedimentasi di suatu kolam pelabuhan untuk mencegah pendangkalan yang mengganggu operasi kapal laut, model persebaran termal dari buangan PLTU, dan juga model perencanaan pengerukan dan reklamasi. Walaupun banyak di belakang meja, seorang Coastal Modeler juga perlu memiliki kemampuan survey lapangan, karena data-data lapangan pada kondisi tertentu tetap diperlukan untuk memvalidasi hasil model.
Biasanya Coastal Modeler bekerja di perusahaan-perusahan coastal engineering, sebagian di perusahaan migas, dan sebagian lagi di konsultan-konsultan riset. Wanita yang kurang nyaman dengan aktifitas lapangan, akan lumayan cocok dengan profesi ini.
Perusahaan-perusahan prospek:
  1. Royal Boskalis –> dredging asal belanda
  2. Van Oord –> dredging asal belanda
  3. National Marine Dredging Company –> dredging asal UAE
  4. Worleyparsons
  5. Pelabuhan Indonesia (Persero) –> BUMN
  6. Bhumi Warih –> (Indonesia)
  7. Labmath Indonesia –> Institut Riset Indonesia-Belanda
Mata kuliah yang penting:
  1. Mekanika Fluida
  2. Statistika
  3. Hidrodinamika
  4. Komputasi Oseanografi
  5. Metode Numerik
  6. Pemodelan Oseanografi I dan II
  7. Pemodelan Lingkungan Laut
  8. Transpor Sedimen Laut
  9. Gelombang Laut
  10. Arus Laut
  11. Pasang Surut
  12. Fisika Matematik I dan II
Hydrographic dan Oceanographic Surveyor
Inilah profesi yang biasanya digeluti para lulusan Oseanografi, peranan seprofesi ini sangat penting untuk penyediaan data-data yang akan dipakai selanjutnya oleh para engineer struktur dll. Orang-orang yang berada di profesi ini akan berkolaborasi dengan para lulusan dari Tek. Geodesi maupun Tek. geofisika.
Kalian tentunya sudah tidak asing lagi mengenai deskripsi kerja profesi ini, sehingga saya tidak perlu menjelaskan secara rinci.


Seorang Hydro-oceanographic surveyor melakukan pengukuran untuk memperoleh data-data fisis laut (biasanya tidak diolah lebih lanjut, berbeda dengan metocean engineer) seperti arus, gelombang, batimetri, side scan sonar untuk mendapatkan citra bawah laut (deteksi ranjau, kapal karam, jalur kabel, pipa bawah laut, dll), magnetometer (deteksi logam),  alat CTD (untuk parameter kimia laut), dll. surveyor ini juga memakai tools lainnya seperti grab sampler, box coring (untuk geoteknik dgn mndapatkan informasi sedimen dasarnya), dan tools lainnya. O ya, untuk laut dalam, biasanya menggunakan ROV (remotely operated vehicle) karena beberapa instrumen ukur hanya dapat bekerja sampai kedalaman tertentu alias terbatas!. Kata salah seorang dosen dari Ilmu Kelautan UNPATTI bilang, klo harga 1 ROV itu bisa sampe 2X nya Toyota Alphard bro! bayangkanlah!
Perusahaan-perusahan prospek:
  1. Pageo (Nasional)
  2. EGS (Inter)
  3. Seascape (Inter)
  4. Fugro (Inter)
  5. MGS (Nasional)
  6. Calmarine (Nasional)
  7. PT. Rukindo (BUMN)
  8. PT. Surveyor Indonesia (BUMN)
  9. dll
Marine Seismic Navigator (Offshore Navigator)
Dalam kegiatan eksplorasi pencarian sumber daya hidrokarbon yang letaknya di area laut lepas, seorang navigator sangat berperan penting dalam memastikan posisi dimana survey seismik dilakukan. Tanpa informasi lokasi dan posisi yang baik, data seismik yang diperoleh dari hasil eksplorasi akan tidak valid. Tanya kenapa? ya tentu saja, nanti para interpreter seismiknya akan kesulitan menentukan lokasi/letak dimana terkandungnya hidrokarbon tersebut! Keahlian dalam positioning laut sangat diperlukan dalam pekerjaan ini!
Kuliah Hidrografi sangat berperan penting! semangat kawan!
Perusahaan-perusahan prospek:
  1. PGS – Petroleum Geo-services –> Norwegia *kalau tidak salah
  2. WesternGeco (subs. Schlumberger) –> Perancis-US
  3. CGGVeritas –> Perancis
  4. Elnusa –> Indonesia
  5. Polarcus
  6. Fugro Geoteam –> Walanda a.k.a Londo a.k.a Belanda
Oil Spill Combat Responder
kalau di darat seperti pemadam kebakaran sebutan kasarnya. Tapi, keahlian ini sangat spesifik. Pertama karena di laut (resiko tingkat keselamatan lebih tinggi), musuhnya tumpahan minyak (tidak bisa dibasmi begitu aja/ banyak metodenya).
profesi ini kerjanya untuk menanggulangi masalah minyak tumpah. Banyak metodenya dalam menanggulanginya, seperti dispersant, skimmer, diledakkan/dibakar,dll. Biasanya perusahaan merekrut dari lulusan mana saja, standarnya kalua tidak salah S1. Tapi seoarang lulusan oseangrafi memiliki nilai lebih karena, pengetahuan laut dan lingkungan laut yang dalam, terbiasa dengan iklim laut (sering field trip!) hehe, dan kuat-kuat!hahaha
Perusahaan-perusahan prospek:
  1. Slickbar
  2. Oil Spill Response
  3. Leadership Indonesia
Profesi Lainnya
Pada paragraf-paragraf awal saya sempat menyinggung bahwa Oseanografi merupakan jembatan sains dan teknik. Dengan tingkat kemampuan seorang sarjana, seharusnya lulusannya dapat fleksibel di berbagai bidang kerekayasaan lainnya. Beberapa lulusan Ose banyak yang bekerja di perusahaan migas, selain profesi di atas, profesinya lainnya apa?
ada yang jadi: field engineer, geophysicist, HES (Health Environment Safety) Engineer , dan banyak lagi sebenernya.
Field Engineer
yaps, karena kefleksibelannya tadi, belajar mekanika fluida, mekanika, termodinamika, matematika rekayasa, statistik,dll sehingga beberapa alumni ada yang bekerja di perusahaan seperti Halliburton, Schlumberger sebagai field engineer, dan sebagian lagi ada yg berprofesi jadi Well Intervention Engineer di Total. Yaps, sekali lagi, ketika bicara ekploitasi migas, anda akan menghadapi yang namanya fluida (dari reservoir, di bor, sampe di kilang!) haha

Geophysicist
Untuk riviewnya googling aja !
HES Engineer
Saat kuliah di Ose ada beberapa mata kuliah wajib yang disediakan dari jurusan Tek. Lingkungan, pada akhirnya banyak yang terjerumus dengan profesi ini..hehe
Marine Environmental Engineer/Scientist
Saya sempat berbincang-berbincang dengan seorang alumni yang bekerja di sebuah perusahaan besar pertambangan emas Papua. Beliau (saudara jauh hehehe) pekerjaannya memantau/monitoring tingkat pencemaran di area pembuangan tailing dari hulu ke hilir. wow!