Sejauh yang saya baca dari banyak artikel, banyak masyarakat masih belum
mengenal baik Jurusan Oseanografi. Terkadang ada yang beranggapan Ilmu Kelautan itu identik dengan Oseanografi, ada lagi
yang mengira Oseanografi serupa/mirip dengan Tek. Kelautan. Sehingga
otomatis mereka mengira bahwa profesi lulusannya akan sama. Pernyataan
tersebut tak sepenuhnya salah, namun dengan perkembangan dan kebutuhan
pasar di dunia industri yang begitu pesat, saya ingin menjelaskan
mengenai profesi seorang lulusan oseanografi di dunia kerja yang
tentunya terkait di bidangnya dimana akan menunjukan perbedaan yang
mencolok dibanding dengan lulusan Ilmu Kelautan. Informasi ini saya
peroleh dari berbagai sumber dan trennya di media internet.
Pertama-tama saya ingin mengajak pembaca menyamakan persepsi terlebih
dahulu. Pada dasarnya Ilmu Kelautan dan Perikanan maupun Oseanografi
sama-sama mempelajari dinamika laut. Setelah menjalani 2 tahun pertama
di Minat Oseanografi dan dengan bergaul bersama senior maupun rekan-rekan
dari ilmu serupa (perikanan dan ilmu kelautan), ternyata saya
menemukan banyak perbedaan yang nantinya menentukan profesi lulusannya
juga. Secara umum, berbagai sumber menyatakan bahwa Oseanografi terdiri
dari beberapa konsentrasi, yaitu Oseanografi Fisis, Oseanografi Kimia,
Oseanografi Biologi, dan Oseanografi Geologi. Di minat yang saya ikuti
saat ini adalah Oseanografi Fisis dimana lebih banyak mempelajari
mengenai dinamika fisis laut seperti arus, gelombang, pasut, sedimen
laut, dll. Meskipun demikian, tak lepas dari fondasi atau dasar-dasar
dari kajian oseanografi lainnya (kimia,geologi,dll). Sedangkan
bedasarkan hasil diskusi bersama teman-teman dari Unpad ilmu
kelautan lebih mempelajari mengenai hayatinya. Meskipun demikian,
beberapa tools yang dipakai sama seperti metode penginderaan jauh, hidro-akustik, dll.
Kajian Tambahan
Walaupun sebagian besar banyak mempelajari dinamika fisis, namun kita
juga tetap mempelajari ilmu-ilmu terkait yang lebih komprehensif
seperti manajemen, lingkungan, dll. Di minat Oseanografi, mahasiswanya akan mempelajari mengenai
proses-proses kelautan yang menyangga iklim global. sehingga beberapa keahlian
juga ada yang di fokuskan terhadap Perubahan Iklim yang lagi emerging di bumi pertiwi ini juga dalam masalah bencana,
banyak juga yang hebat dengan mengabdikan keahliannya di bidang mitigasi
bencana (tsunami, kenaikan muka laut, dll).
Meskipun oseanografi tidak mengkaji secara khusus mengenai teknologi
perikanan, namun ilmunya banyak diterapkan di teknologi perikanan. Ilmu oseanografi juga banyak mengkaji masalah-masalah lingkungan, khususnya lingkungan laut. Ilmu oseanografi dapat diterapkan dalam kebijakan dan manajemen
pesisir. Seperti kita ketahui, di seluruh dunia penduduk banyak
terdistribusi di daerah pesisir. Sayangnya, di Indonesia dimana negara
kepulauan terbesar di dunia ini sangat ironi dimana banyak sumber
menyebutkan bahwa masyarakat miskin banyak terkonsentrasi di daerah
pesisir. Inilah yang menjadi tantangan perkembangan ilmu oseanografi.
Karena penasaran, saya banyak mencari-cari info dan tren yang
berkembang tentang profesi para lulusan oseanografi, rujukannya banyak
melihat yang berkembang di luar negeri. Tak lepas juga, saya
mencari-cari tahu juga profesi para senior/alumni jurusan ini.
Seperti halnya para lulusan Teknik Mesin, ketika bekerja mereka ada yang berporfesi sebagai pipeline engineer, maintenance engineer, facility engineer,dll, begitu pula lulusan Teknik Perminyakan ada yang jadi Drilling Engineer, Reservoir Engineer, Production Engineer,dll, juga Teknik Kelautan sperti (coastal engineer, subsea engineer, offshore structure engineer, Naval Architect,dll). Keahlian spesifik ini akan diperoleh ketika seorang fresh graduate mulai
meniti karirnya dengan (biasanya) memperoleh training dari perusahaan
tempat mereka bekerja. Bagamana dengan lulusan oseanografi? Ya tentu
saja kawan! Lulusan Osean pun akan seperti itu, contohnya? Coastal
modeler, oceanographic surveyor, metocean engineer, hydrographic
surveyor, oceanographer, marine seismic navigator (offshore navigator),
marine environmental scientist, dan banyak lagi!!!!
Profesi-profesi yang baru saya sebutkan tadi pasti akan sangat asing bagi pembaca dan para mahasiswa ”new comer”di
jurusan ose. Tidak perlu takut, karena profesi tersebut nyata. Di
berbagai negara eropa profesi tersebut saat ini sedang emerging banget. Di
asia, profesi-profesi tersebut biasanya banyak diperlukan di negara-negara Timur Tengah dan Singapura. Bagaimana dengan Indonesia? tentu saja di
Indonesia juga berkembang, TAPI karena para mahasiswa
dan lulusan ose kurang banyak mengetahui, akibatnya iklim kerja menjadi
kurang kompetitif, profesi-profesi tersebut akhirnya diisi oleh lulusan-lulusan dari
jurusan lain, dan sebagian lagi diisi oleh para ekspatriat!. Maka selain
kita perlu tahu profesi tadi, kita juga perlu persiapan matang semenjak
kuliah. Persiapannya selain skill taktis maupun soft skill, juga perlu ada political will
semenjak kuliah seperti, ikut kerja praktek di industri-industri migas
misalnya, sehingga kita bisa mempromosikan jursan kita. Sayangnya, praktek kerja lapangan (PKL) pada Fakultas saya belum melakukan kerja sama untuk penempatan mahasiswanya di industri-industri migas nasional maupun asing. Baiklah, di
bawah ini saya jelaskan profesi-profesi lulusan oseanografi beserta deskripsi
kerjanya!
Dunia Riset
Kesempatan untuk berkarir di dunia riset di bidang oseanografi sangat
luas. Ilmu oseanografi sangat penting untuk peradaban manusia. Kita
banyak bergantung pada laut, sehingga tentu saja ilmu oseanografi sangat
berperan. Pemerintah Republik Indonesia sangat menyadari akan
perkembangan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa. Makanya, banyak
sekali badan riset di bawah kementrian terkait dan Kementrian terkait
yang mengkaji masalah oseanografi. Berikut ini adalah badan-badan yang
mengkaji oseanografi:
- BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) – Di bawah koordinasi Kementrian Riset & Teknologi
- Kementrian Kelautan dan Perikanan
- LIPI
- PPPGL (Pusat Pengembangan dan Penerapan Geologi Kelautan – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
- BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) – Kementrian Perhubungan
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana – Lembaga Pemerintah non-departmen
- LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional – Lembaga Pemerintah non-departemen
- DIHIDROS (Dinas Hidrografi-Oseanografi) – TNI AL
- PU – Kementrian Pekerjaan Umum
Selain dapat berkarir sebagai peneliti di lembaga pemerintah, dapat juga
menjadi tenaga pengajar di berbagai univ. di Indonesia. Selain itu juga
banyak peneliti Indonesia di bidang oseanografi yang berkarya di negeri
orang. Universitas-universitas yang menyediakan program studi Oseanografi dan minat Oseanografi.
Dunia Industri
Lulusan oseanografi akan dapat berkarir di berbagai bidang
industri. Diprediksi ke depannya, tren ini akan terus meningkat. Hal ini
diperkuat jika anda “googling” dengan kata kunci tertentu untuk melihat
pasar kerja.
Metocean Engineer
Metocean engineer ini biasanya bekerja di perusahaan-perusahan minyak dan gas
bumi, di eropa saat ini berkembang juga untuk sektor energi terbarukan
seperti Offshore Wind Farm (tau kan?).
Apa saja yang dilakukan metocean Engineer? Mereka mengambil (akuisisi
data) fisis laut seperti arus dan gelombang maupun angin (faktor
meteorologis) dengan metode yang tidak lazim! Seperti instalasi mooring
buoy untuk instrument pengukuran di sekitar anjungan lepas pantai.
Kemudian pengolahaan datanya, seperti statistik gelombang untuk penentuan
kekuatan gelombang di suatu struktur dengan mencari nilai ekstrim,
periode ulang, dll. Data-data tersebut kemudian biasanya diserahkan kepada
engineer lain seperti ahli strukturnya (misal: untuk analisis kelelahan),
ahli lingkungannya (pencegahan dan penanggulangan minyak tumpah),
keselamatan kerja (prediksi cuaca untuk misal: operasi helikopter dan subsea inspection), dll. Metocean Engineer juga berperan dalam pengambilan keputusan semisal pengembangan lapangan.
Tantangannya saat ini yaitu cadangan minyak dan gas bumi yang
cenderung menipis mendorong ekslorasi di laut dalam. Biasanya eksplorasi
di laut dalam sangat beresiko selain mahal dan secara keamananya yang
beresiko tinggi. Selain itu kebutuhan akan energi terbarukan di laut
lebih potensial. Untuk itu peran metocean engineer sangat penting dalam
efektifitas biaya.
kenapa engineer? karena adanya rekayasa dalam pengambilan data fisis
laut (tidak konvensional) terutama di laut dalam, rekayasa pengolahan
data (disesuaikan dengan kebutuhan desain struktur/ design criteria)
Perusahaan-perusahan prospek:
- Royal Dutch Shell (Migas belanda)
- ExxonMobil (migas US)
- Statoil (migas Norwegia)
- Total (migas Perancis)
- Fugro GEOS (kontraktor migas asal belanda)
- BMT (kontraktor migas asal inggris)
- RPS Metocean (kontraktor migas asal Inggris)
- Tripatra (kontraktor/ EPC migas nasional)
- PT. Timah (persero) (perusahaan tambang timah nasional) –> offshore operation
- Saipem (kontraktor/ EPC migas)
- McDermott (kontraktor/ EPC migas)
- Worleyparsons (kontraktor/ EPC migas)
- Gelombang laut
- Survey oseanografi
- Pemodelan oseanografi
- Analisis sinyal oseanografi
- Statistika
- Hidrodinamika
- Arus laut
- Analisis data oseanografi
- Survey hidrografi
- Meteorologi Umum/Meteorologi Laut
Coastal Modeler
Coastal modeller bekerja dengan mensimulasikan dinamika-dinamika laut di
suatu perangkat lunak. Pemodelan yang dihasilkan meliputi pemodelan
hidrodinamika/sirkulasi arus, pemodelan gelombang, pemodelan sedimen,
pemodelan sebaran polutan (lingkungan), dll secara 1D, 2D, 3D. Pemodelan
merupakan “alat” seorang oseanografer yang cukup efisien dalam
memprediksi gejala-gejala alam laut. tanpa perlu mengeluarkan biaya yang
banyak, suatu perusahaan dapat mengambil keputusan dengan cepat.
Misalnya, prediksi tingkat sedimentasi di suatu kolam pelabuhan untuk
mencegah pendangkalan yang mengganggu operasi kapal laut, model
persebaran termal dari buangan PLTU, dan juga model perencanaan
pengerukan dan reklamasi. Walaupun banyak di belakang meja, seorang
Coastal Modeler juga perlu memiliki kemampuan survey lapangan, karena
data-data lapangan pada kondisi tertentu tetap diperlukan untuk
memvalidasi hasil model.
Biasanya Coastal Modeler bekerja di perusahaan-perusahan coastal engineering,
sebagian di perusahaan migas, dan sebagian lagi di konsultan-konsultan riset.
Wanita yang kurang nyaman dengan aktifitas lapangan, akan lumayan cocok
dengan profesi ini.
Perusahaan-perusahan prospek:
- Royal Boskalis –> dredging asal belanda
- Van Oord –> dredging asal belanda
- National Marine Dredging Company –> dredging asal UAE
- Worleyparsons
- Pelabuhan Indonesia (Persero) –> BUMN
- Bhumi Warih –> (Indonesia)
- Labmath Indonesia –> Institut Riset Indonesia-Belanda
- Mekanika Fluida
- Statistika
- Hidrodinamika
- Komputasi Oseanografi
- Metode Numerik
- Pemodelan Oseanografi I dan II
- Pemodelan Lingkungan Laut
- Transpor Sedimen Laut
- Gelombang Laut
- Arus Laut
- Pasang Surut
- Fisika Matematik I dan II
Hydrographic dan Oceanographic Surveyor
Inilah profesi yang biasanya digeluti para lulusan Oseanografi,
peranan seprofesi ini sangat penting untuk penyediaan data-data yang akan
dipakai selanjutnya oleh para engineer struktur dll. Orang-orang yang
berada di profesi ini akan berkolaborasi dengan para lulusan dari Tek.
Geodesi maupun Tek. geofisika.
Kalian tentunya sudah tidak asing lagi mengenai deskripsi kerja
profesi ini, sehingga saya tidak perlu menjelaskan secara rinci.
Seorang Hydro-oceanographic surveyor melakukan pengukuran untuk
memperoleh data-data fisis laut (biasanya tidak diolah lebih lanjut, berbeda
dengan metocean engineer) seperti arus, gelombang, batimetri, side scan
sonar untuk mendapatkan citra bawah laut (deteksi ranjau, kapal karam,
jalur kabel, pipa bawah laut, dll), magnetometer (deteksi logam), alat
CTD (untuk parameter kimia laut), dll. surveyor ini juga memakai tools
lainnya seperti grab sampler, box coring (untuk geoteknik dgn mndapatkan
informasi sedimen dasarnya), dan tools lainnya. O ya, untuk laut dalam,
biasanya menggunakan ROV (remotely operated vehicle) karena
beberapa instrumen ukur hanya dapat bekerja sampai kedalaman tertentu alias
terbatas!. Kata salah seorang dosen dari Ilmu Kelautan UNPATTI bilang, klo
harga 1 ROV itu bisa sampe 2X nya Toyota Alphard bro! bayangkanlah!
Perusahaan-perusahan prospek:
- Pageo (Nasional)
- EGS (Inter)
- Seascape (Inter)
- Fugro (Inter)
- MGS (Nasional)
- Calmarine (Nasional)
- PT. Rukindo (BUMN)
- PT. Surveyor Indonesia (BUMN)
- dll
Dalam kegiatan eksplorasi pencarian sumber daya hidrokarbon yang
letaknya di area laut lepas, seorang navigator sangat berperan penting
dalam memastikan posisi dimana survey seismik dilakukan. Tanpa informasi
lokasi dan posisi yang baik, data seismik yang diperoleh dari hasil
eksplorasi akan tidak valid. Tanya kenapa? ya tentu saja, nanti para
interpreter seismiknya akan kesulitan menentukan lokasi/letak dimana
terkandungnya hidrokarbon tersebut! Keahlian dalam positioning laut
sangat diperlukan dalam pekerjaan ini!
Kuliah Hidrografi sangat berperan penting! semangat kawan!
Perusahaan-perusahan prospek:
- PGS – Petroleum Geo-services –> Norwegia *kalau tidak salah
- WesternGeco (subs. Schlumberger) –> Perancis-US
- CGGVeritas –> Perancis
- Elnusa –> Indonesia
- Polarcus
- Fugro Geoteam –> Walanda a.k.a Londo a.k.a Belanda
Oil Spill Combat Responder
kalau di darat seperti pemadam kebakaran sebutan kasarnya. Tapi,
keahlian ini sangat spesifik. Pertama karena di laut (resiko tingkat
keselamatan lebih tinggi), musuhnya tumpahan minyak (tidak bisa dibasmi
begitu aja/ banyak metodenya).
profesi ini kerjanya untuk menanggulangi masalah minyak tumpah. Banyak
metodenya dalam menanggulanginya, seperti dispersant, skimmer,
diledakkan/dibakar,dll. Biasanya perusahaan merekrut dari lulusan mana
saja, standarnya kalua tidak salah S1. Tapi seoarang lulusan oseangrafi
memiliki nilai lebih karena, pengetahuan laut dan lingkungan laut yang
dalam, terbiasa dengan iklim laut (sering field trip!) hehe, dan
kuat-kuat!hahaha
Perusahaan-perusahan prospek:
Profesi Lainnya
Pada paragraf-paragraf awal saya sempat menyinggung bahwa Oseanografi
merupakan jembatan sains dan teknik. Dengan tingkat kemampuan seorang sarjana, seharusnya lulusannya dapat fleksibel di berbagai bidang kerekayasaan lainnya. Beberapa lulusan Ose banyak yang bekerja di perusahaan migas, selain profesi di atas, profesinya lainnya apa?
ada yang jadi: field engineer, geophysicist, HES (Health Environment Safety) Engineer , dan banyak lagi sebenernya.
Field Engineer
yaps, karena kefleksibelannya tadi, belajar mekanika fluida,
mekanika, termodinamika, matematika rekayasa, statistik,dll sehingga
beberapa alumni ada yang bekerja di perusahaan seperti Halliburton,
Schlumberger sebagai field engineer, dan sebagian lagi ada yg berprofesi
jadi Well Intervention Engineer di Total. Yaps, sekali lagi, ketika
bicara ekploitasi migas, anda akan menghadapi yang namanya fluida (dari
reservoir, di bor, sampe di kilang!) haha
Geophysicist
Untuk riviewnya googling aja !
HES Engineer
Saat kuliah di Ose ada beberapa mata kuliah wajib yang disediakan
dari jurusan Tek. Lingkungan, pada akhirnya banyak yang terjerumus dengan
profesi ini..hehe
Marine Environmental Engineer/Scientist
Saya sempat berbincang-berbincang dengan seorang alumni yang bekerja di sebuah
perusahaan besar pertambangan emas Papua. Beliau (saudara jauh hehehe) pekerjaannya memantau/monitoring
tingkat pencemaran di area pembuangan tailing dari hulu ke hilir. wow!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar